Diterbitkan pada tahun 1977, Sadako dan Thousand Paper Cranes telah menginspirasi jutaan anak-anak untuk ingin belajar lebih banyak tentang budaya Jepang dan seni melipat kertas.
Tentang Sadako dan Seribu Derek Kertas
Sadako dan Seribu Derek Kertas adalah sebuah karya fiksi sejarah berdasarkan kehidupan seorang gadis nyata yang jatuh sakit dengan leukemia yang disebabkan oleh radiasi dari pemboman atom Hirsohima oleh Amerika Serikat.
Penulis Eleanor Coerr pertama kali mengetahui tentang Sadako Sasaki ketika ia melakukan perjalanan ke Jepang pada tahun 1949. Seorang misionaris memberinya salinan otobiografi Sadako, Kokeshi . Ini adalah dasar untuk tulisan Coerr.
Buku ini ditulis untuk menarik minat anak-anak di kelas 3-5. Ini adalah karya fiksi sejarah yang berhubungan dengan budaya Jepang, setelah Perang Dunia II, dan peran seni dan kerajinan dalam membantu orang mengatasi situasi yang menekan.
Ringkasan
Bab 1 - Tanda Keberuntungan: Sadakao sangat antusias untuk pergi ke perayaan Hari Damai. Ibunya mengingatkan bahwa hari itu adalah tentang mengingat orang-orang yang kehilangan nyawa mereka ketika bom dijatuhkan di Hiroshima, termasuk nenek Sadako.
Bab 2 - Hari Damai: Sadako bertemu dengan temannya, Chizuko. Gadis-gadis menikmati makan permen kapas dan melihat semua barang-barang cantik yang dimiliki para pedagang untuk dibeli oleh para pengunjung, tetapi melihat wajah-wajah yang terluka dari para korban bom membuat Sadako merasa tidak nyaman.
Bab 3 - Rahasia Sadako : Sadako membantu timnya memenangkan perlombaan besar di Field Day, tetapi menderita karena pusing yang tidak dapat dijelaskan yang dia rahasiakan. Pusing terus berlanjut saat dia berlatih untuk membuat tim estafet di SMP.
Bab 4 - Rahasia Tidak Lagi: Sadako menjadi pusing dan jatuh di kelas.
Dia dibawa ke rumah sakit dan didiagnosis dengan leukemia.
Bab 5 - Derek Emas: Chizuko adalah pengunjung pertama Sadako di rumah sakit. Dia membawa kertas origami emas dan mendorong Sadako melipat bangau dengan memberi tahu legenda tentang 1.000 bangau kertas . Gadis-gadis memutuskan bahwa melipat bangau dapat membantu Sadako sembuh kembali. Sadako menyelesaikan 12 crane pertamanya.
Bab 6 - Kenji: Semua keluarga, teman, dan teman sekelas Sadako menyimpan kertas untuk proyeknya. Dia bertemu dengan seorang bocah bernama Kenji yang juga menderita leukemia. Mereka menjadi teman, tetapi dia segera meninggal. Sadako sekarang telah melipat 464 derek.
Bab 7 - Ratusan Keinginan: Leukemia membuat Sadako merasa lelah sepanjang waktu. Ibu dan kakaknya membawa Sadako makanan favoritnya dan mencoba untuk menghiburnya. Sadako sekarang telah menyelesaikan 541 crane.
Bab 8 - Hari-Hari Terakhir: Sadako pulang untuk mengunjungi keluarganya untuk O Bon, liburan merayakan roh-roh orang mati yang telah kembali mengunjungi orang-orang yang mereka cintai di Bumi. Dia senang melihat keluarganya dan temannya, Chizuko, tetapi sangat lemah. Ibunya memberinya kimono dan dia melipat kertas derek nomor 644. Ini adalah crane terakhir yang bisa dibuatnya.
Bab 9 - Balapan dengan Angin: Sadako terlalu lemah untuk melipat bangau, tetapi dikelilingi oleh keluarganya.
Dia meninggal pada 25 Oktober 1955.
Epilog: Teman-teman sekelas Sadako melipat sisa 356 bangau origami sehingga 1.000 bangau kertas dikubur bersamanya. Di seluruh dunia, Sadako muda menjadi simbol perdamaian.
Pertanyaan Diskusi
Berikut beberapa pertanyaan diskusi yang dapat Anda gunakan saat berbicara tentang novel ini dengan pembaca muda:
- Bagaimana Anda menggambarkan Sadako?
- Sadako hanya dua ketika bom atom dijatuhkan di dekat rumahnya oleh Jembatan Misasa di Hiroshima, Jepang. Apakah Anda terkejut ketika mengetahui bahwa orang-orang di Jepang terus sakit bertahun-tahun setelah bom dijatuhkan?
- Apakah benar atau salah bahwa Sadako mencoba untuk menjaga mantera-mantera peningnya dari orang tuanya? Mengapa?
- Mengapa Chizuko memberi tahu Sadako cerita tentang crane jika dia tidak percaya dengan jimat keberuntungan?
- Sadako mengatakan bahwa derek lipat memberi harapan bahwa dia mungkin menjadi lebih baik. Apa yang memberi Anda harapan ketika Anda menghadapi tantangan?
- Mengapa penting bagi ibu Sadako bahwa dia memiliki kimono sendiri?
Film Sadako
Ada film bilingual Inggris dan Perancis berdasarkan Sadako dan Thousand Cranes yang dirilis pada tahun 1991. Diriwayatkan oleh Liv Ullman yang menampilkan musik gitar yang dilakukan oleh George Winston dan ilustrasi pastel lembut dari Caldecott Medalist dan penulis anak-anak Ed Young. Film ini hanya berdurasi 30 menit dan tidak tersedia secara luas untuk masyarakat umum. Weston Woods memiliki DVD yang tersedia untuk pembelian bagi pustakawan.
Menghormati Memori Sadako
Ada banyak penghargaan untuk mengenang Sadako selama bertahun-tahun, tetapi peringatan paling terkenal untuk gadis muda pemberani ini diciptakan pada tahun 1958. Ada patung untuk mengenang Sadako Sasaki di Taman Perdamaian Monumen Hiroshima di Naka-ku, Hiroshima, Jepang. Sadako memegang derek emas dan ada sebuah plakat dengan tulisan yang mengatakan, "Ini adalah teriakan kami. Ini adalah doa kami. Membangun kedamaian di dunia."